Minggu, 12 Mei 2013

Universitas Kehidupan





Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR.

Seorang yang dekat dengan Tuhan, bukan berarti tidak ada air mata
Seorang yang taat pada Tuhan, bukan berarti tidak ada kekurangan
Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit
Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Dia tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN.
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI.

Tetap semangat….
Tetap sabar….
Tetap tersenyum…..
Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan
MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.
[Disadur dari Buku "Sepatu Dahlan Iskan"]

Sumber: disini 

Palu Menghancurkan Kaca



Palu Menghancurkan Kaca, Tetapi Palu Membentuk Baja.

Apa makna dari pepatah kuno diatas?

Jika jiwa kita rapuh seperti kaca, maka ketika palu/masalah menghantam, kita akan mudah putus asa, frustasi, kecewa, marah, dan jadi remuk redam. Jika kita adalah kaca, maka kita juga rentan terhadap benturan. Kita mudah tersinggung, kecewa, marah, atau sakit hati saat kita berhubungan dengan orang lain. Sedikit benturan sudah lebih dari cukup untuk menghancurkan hubungan kita.

Jangan pernah jadi kaca, tapi jadilah baja. “Mental baja” adalah mental yang selalu positif, bahkan tetap bersyukur di saat masalah dan keadaan yang benar-benar sulit tengah menghimpitnya.


Mengapa demikian? Orang yang seperti ini selalu menganggap bahwa “masalah adalah proses kehidupan untuk membentuknya menjadi lebih baik”. Sepotong besi baja akan menjadi sebuah alat yang lebih berguna setelah lebih dulu diproses dan dibentuk dengan palu. Setiap pukulan memang menyakitkan, namun mereka yang bermental baja selalu menyadari bahwa itu baik untuk dirinya.

Jika hari ini kita sedang ditindas oleh masalah hidup, jangan pernah merespons dengan sikap yang keliru!

Jika kita adalah “baja”, kita akan selalu melihat palu yang menghantam kita sebagai sahabat yang akan membentuk kita. Sebaliknya jika kita “kaca” maka kita akan selalu melihat palu sebagai musuh yang akan menghancurkan kita.

Sumber: disini

Perbedaan Pola Pikir Orang Kaya dan Orang Biasa


Setelah 3 dekade mewawancarai orang-orang terkaya di dunia, Steve Siebold, penulis buku berjudul 'How Rich People Think' (bagaimana cara berpikir orang kaya) berkesimpulan, ada perbedaan pola pikir dan cara pandang yang jelas soal uang, antara orang biasa atau masyarakat kelas menengah dengan orang-orang terkaya dunia.

"Orang-orang terkaya dunia melihat uang sebagai kemerdekaan dan kesempatan, bukan sebagai akar dari kekacauan. Kita sering berpikir bahwa uang adalah akar dari kekacauan atau malapetaka. Lalu kenapa kita berusaha untuk mendapatkan uang kalau hanya akar dari malapetaka?" kata Siebold.

Dalam bukunya, Sibold mengungkapkan 100 perbedaan cara berpikir antara orang biasa dengan kalangan miliuner di dunia. Berikut 5 perbedaan cara pikir orang biasa dan orang terkaya yang dikutip dari dailyfinance.com, Senin 

1. Orang Biasa Berpikir Soal Menabung, Orang Kaya Berpikir Meningkatkan Pendapatan

"Orang biasa berpikir menabung agar uangnya melimpah, tapi terus merasa kekurangan uang," ujar Siebold. Jika anda mempunyai pendapatan Rp 200 juta per tahun dan menabung 10% dari pendapatan anda. Maka anda akan mendapatkan 20 juta di akhir tahun. Ini bukanlah cara untuk memperkaya diri, dan anda tidak akan kaya dengan cara ini.

Siebold mengatakan, orang-orang terkaya di dunia menabung juga, tapi pikiran mereka yang utama adalah untuk meningkatkan pendapatan, sehingga jumlah uang yang bisa anda tabung lebih banyak.

2. Orang Biasa Menganggap Berwirausaha Sebagai Risiko, Orang Kaya Berwirausaha Untuk Jadi Kaya

"Sebagian besar orang berpikir soal uang dengan cara yang biasa, misalkan, bila saya bisa mendapatkan sekian rupiah per jam, maka saya akan mendapatkan lebih banyak lagi dengan bekerja lebih lama," ujar Siebold. Bahkan ada orang yang berpikir, jika ingin kaya harus mendapatkan gelar MBA. Para orang-orang terkaya di dunia justru berpikir, cara menjadi kaya adalah dengan memberi jalan keluar bagi orang banyak dengan memberikan ide. Dari ide-ide tersebut maka dia akan memperoleh uang.

Namun banyak orang berpikir, daripada menjadi gila karena memikirkan ide-ide segar dan belum tentu mendapatkan uang, maka mereka memilih menjadi pegawai dan menganggap berwirausaha adalah risiko.

3. Orang Biasa Melihat Uang Secara Emosional, Orang Kaya Melihat Uang dengan Logika


Ada perbedaan mendasar dari cara pandang orang biasa dan orang terkaya dunia melihat uang. Sieblod mengatakan, orang biasa dan bahkan yang berpendidikan sekalipun, sangat perhitungan menggunakan uangnya.

Namun orang-orang terkaya tidak khawatir kehilangan uangnya, karena mereka menggunakan uangnya untuk memperbesar pendapatannya di kemudian hari. Seperti untuk berinvestasi tanpa memikirkan risikonya

4. Beda Cara Mencapai Target Antara Orang Biasa dengan Orang Kaya

Siebold mengatakan, orang-orang biasa dan kelas menengah tidak memiliki keinginan kuat untuk mencapai targetnya. Tapi orang-orang terkaya dunia sangat fokus dengan uang dan bisnis mereka. Bagi para orang-orang terkaya dunia, target harus dicapai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan, bagi mereka taruhannya capai target atau mati!

Karena itulah, orang-orang kaya ini bisa memperoleh impian dan targetnya dengan cepat dan uangnya terus bertambah.

5. Orang Kaya Tidak Dikendalikan Oleh Keinginan

Donald Trump dan Richard Branson yang merupakan salah satu orang terkaya di dunia sering berkeliling dunia dengan jet pribadinya. Sementara orang-orang biasa berpergian dengan mobil dan tinggal di rumah sederhananya.

"Orang-orang kaya ini terus bertambah kekayaannya tiap hari. Saya melihat Naomi Judd (salah satu artis kaya) di TV, dan dia mengatakan alasannya dia bisa kaya adalah karena dia tidak pernah menghamburkan uangnya. Dia tidak mempunyai desainer pribadi dan perhiasan mahal. Inilah tipikal orang-orang kaya di dunia. Mereka tidak mewah," kata Siebold.

Pernyataan-pernyataan seperti ini telah didapatkan Siebold dari sejumlah orang-orang terkaya yang dia wawancarai.

"Jika anda kaya, maka anda bebas dan tidak diperbudaki oleh orang lain. Kemerdekaan ekonomi adalah salah satu faktor utama kesuksesan. Ini mengantar orang untuk memupuk kekayaannya," jelas Siebold.


Sumber: Kaskus.co.id

Sabtu, 11 Mei 2013

Sukses Kecepatan Tinggi



Bingung dengan judulnya? Yang pasti saya ngga lagi bahas soal bagaimana untuk bisa sukses dan kaya raya dalam waktu 10 hari seperti yang banyak dibahas oleh para penulis buku yang berharap bukunya jadi Best Seller.

Begini...


Pernah dengar pepatah: Slowly but sure? Artinya: Perlahan tapi pasti. Saya waktu kecil sering banget denger pepatah ini. Entah siapa yang sering ngomongin saya untuk slowly but sure; ngga inget. Mungkin guru saya, mungin orang tua saya.


Apakah pepatah dan wejangan ini masih valid di era teknologi sekarang ini?


Biasanya, anak yang gedebak gedebuk (alias seradak seruduk sana sini) lah yang seringkali diomongin sama orang tuanya untuk slowly but sure. Biasanyanya nasehatnya ngga jauh-jauh seperti ini, "Hai Nak, kamu tuh jangan asal cepet aja, pelan-pelan aja, yang penting berhasil. Slowly but sure." Pernah ngga diomongin seperti ini? Saya sih ngga inget kapan diomongin seperti ini, tapi kayaknya sih sering. Karena emang saya adalah tipe yang seradak seruduk sana sini.


Nah, tapiiii.. menjawab pertanyaan saya sendiri di atas: apakah wejangan ini masih relevan di jaman sekarang atau ngga? Jawaban saya: Tergantung situasi.


Ada kalanya memang kita harus bersabar. Ada hal-hal yang memang harus kita kerjakan secara telaten. Ngga boleh ada salah sedikit pun. Biasanya yang saya minta untuk zero error atau error free adalah ke Personal Assistant (PA) saya dan ke Finance Manager saya. Kebayang ngga kalau PA saya asal cepet.. dia ngga ngecek lagi email yang dikirim ke Presiden Direktur perusahaan lain? Trus isi emailnya salah-salah (salah ketik, salah tanggal, dll). Saya pasti akan malu banget. Kalau Finance Manager saya salah-salah ngetik laporan keuangan.. waduh?!


Tapi, di lain pihak, untuk cara kerja saya sendiri, prinsip saya adalah: Fast and Sure! Sama seperti setiap atlet yang berlomba.. yang terdepan, yang paling cepat adalah yang akan menang. Saya berpikir, kalau bisa cepat dan sure, kenapa mesti slowly but sure?


Kecepatan dalam bekerja seringkali menjadi penentu keberhasilan. Sering ngga denger orang yang ngga berhasil karena kehilangan momentum? Banyak! Pernah ngga denger orang yang kalah dapetin project, karena kalah cepat memberikan proposal? Udah keburu keduluan..


Pernah ngga di kampus atau di kantor, Agan baru ngumpulin ide untuk diberikan ke Dosen atau Atasan, ehhh taunya temen Agan atau rekan kerja Agan udah ngasihin ide yang sama ke Dosen atau Agasan Agan..? Jelas kan.. yang pegang peranan adalah: Kecepatan.
.

Ingat, jangan asal cepat doang loh ya. Kalau bisa cepat dan akurat, kenapa tidak?


Kalau bisa FAST AND SURE, kenapa harus ngikutin wejangan 'kuno': Slowly but sure?


See you ON TOP!


Billy Boen

Founder & Mentor "Young On Top"

Sumber: Kaskus.co.id




Jangan Pernah Bercita-cita Menjadi Orang Sukses !

kita semua harus bermimpi jadi orang sukses dong!!???


bukannya begitu.... selama ini kita salah menduga, bahwa sukses itu adalah keberhasilan... pencapaian tingkat tinggi, ataupun akhir sebuah usaha.. padahal bukan seperti itu..


jadi seperti Apa??


nih ndan ane jelasin...


Banyak orang yang mengatakan ...


"Makanya belajar yang rajin biar nanti lulus.."


atau ada yang mengatakan


"Berkerjalah dengan sungguh-sungguh dong, kalo sungguh-sungguh Insya Allah sukses"


atau ada yang mengatakan..


"gw pengen cepat-cepat lulus biar cepat cari kerja"



Tapi tahukah ente2 Sekalian??????





KESUKSESAN SEJATI BUKANLAH KETIKA TUJUAN KITA TERCAPAI...


makanya,




kenapa banyak siswa lebih senang selesai sekolah atau istirahat dibandingkan pas waktu belajarnya??


kenapa banyak siswa yang suka menyontek??


kenapa banyak orang yang stress ketika dia mengalami kegagalan....


kenapa banyak orang yang sakit jiwa ketika gagal menjadi Wakil RAkyat saat pemilu??


Kenapa banyak Orang yang koruptor sekarang ini?


kenapa banyak orang yang mencuri, menghalalkan segara cara, atau menipu???




KARENA TUJUAN MEREKA ADALAH "YANG PENTING BERHASIL!!!!"




lha apa yang salah coba dengan tujuan di atas...????



Apa Ente Berpikir Thomas Alfa Edison yang menemukan lampu tujuannya agar dia sukses???


bukan... tujuan dia adalah membuat lampu, bukanlah sukses....


Coba bayangkan, Thomas AE Gagal 999 kali !!!! bahkan dalam versi lain ada yang mengatakan 9999 Kali!!!


apa gak stress tuh orang???? tidak.... karena Kesuksesan sejatinya bukan terletak pada hasilnya...



TAPI KARENA DIA MENIKMATI APA YANG SEDANG DIA LAKUKAN.......





Anda tidak pernah mencapai kesuksesan sesungguhnya sampai Anda menyukai apa yang sedang Anda kerjakan (anonymous)



ente kalo belajar Matematika Pusing??? wajar.. karena ente tidak menikmati pelajarannya...

tapi biasanya karena pengen nilainya bagus, pas sebelum Ujian sistem SKS mode: on tuh siswa (SKS maksudnya Sistem Kebut Semalam)

yang hanya membuat siswa cenderung stress.. atau yang males belajar "mendingan nyontek aja lah..."


kenapa? karena yang mereka kejar adalah "NILAI", seakan-akan "Nilai Bagus = Sukses"


jika dari dulu agan sudah menyukai Matematika.. otomatis kalian sering belajar di waktu luang... dan pas Ujian juga tenang... walaupun berbuat jahat ... paling yang dia lakukan bukanlah "menyontek", tapi "memberi contekan".. kan gitu...

(tapi memberi contek atau contek jangan dicontoh..., contohlah rajin dan sukanya


nah begitu juga dengan berdagang,menjadi DPR, atau jadi Boss... kalau tidak menikmati pekerjaan yang dia lakukan dan lebih menikmati uang yang di dapat... kadang-l\kadang ada keingingan menghalalkan segala cara.. atau kalo tidak... dia mengeluh karena pekerjaannya...


tapi jika mereka memang menyukai pekerjaan tersebut,


tidak ada yang menghalalkan segala cara,

toh dia sudah menyukai kehalalan pekerjaan tersebut...


tidak ada yang mengeluhkan pekerjaannya sendiri..

toh mereka sudah menikmatinya..


tidak ada yang stress ketika pendapatannya rugi...

toh mereka lebih menikmati usahanya daripada hasilnya


bahkan ketika mereka gagal, mereka langsung bangkit dari kegagalan tersebut dan kembali berusaha seperti apa yang dilakukan Thomas Alfa Edison.




Janganlah menjadi Pekerja Keras... tapi jadilah Penikmat Pekerjaan (Bob Sadino)



Quote:dan usulan Ane...


Jadikan Hobi Sebagai Pekerjaan yang 'bisa' menghasilkan uang,


Karena JIKA KITA SUDAH MENIKMATINYA.....
Fokus, sungguh-sungguh, konsisten dalam pekerjaan, dan masalah2 lainnya
akan Kalian hadapi dengan lebih Mudah....


jadi yang harus diingat adalah:


Kesuksesan sejati bukan terletak pada hasil, melainkan terletak pada proses.


Kesuksesan sejati bukan sesuatu yang kita dapatkan, tetapi sesuatu yang kita lakukan


Kesuksesan sejati tidak usah ditunggu di masa mendatang, karena hari ini juga Anda Bisa Sukses!!!!


Jadi... Janganlah sekedar bermimpi untuk Sukses!!! Nikmati saja Apa yang kita Kerjakan... maka otomatis kesuksesan ada di tangan kita...


tapi ingat, ada hobi yang cenderung menuju kebaikan, ada juga yang sebaliknya.... kesuksesan anda semu jika pekerjaannya lebih cenderung menuju keburukan


Nah Pertanyaannya untuk ente sekalian

Apakah ente sudah menikmati apa yang ente Lakukan Hari ini????


"Bukan Pukulan ke 1000 yang menghancurkan batu, Tapi pukulan ke 1 sampai ke 999 yang membuatnya hancur, dan pukulan terakhir hanya sebagai hasil"(Pepatah)


satu lagi ndan... UANG JANGAN DIJADIKAN TUJUAN!!!! makanya ada DPR yang tidur atau Males... karena TUJUAN MEREKA TERCAPAI!!! ga perlu kerja capek juga dapet duit... KALO TUJUANNYA bener-bener untuk RAKYAT!! Hasilnya akan Beda!!!


SEDIKIT MENIKMATI HASIL!! TAPI BANYAK MENIKMATI PROSES !!!



Sumber : Kaskus.co.id

Jumat, 01 Maret 2013

Kesempatan

Sore ini, sehabis sholat ashar, temanku mengalami musibah. Dia kehilangan dompetnya seusai wudhu di sebuah masjid di kota kami. Semuanya berlangsung sangat cepat. Hanya selama dia buang air kecil dan berwudhu. Berhubung temanku ini wanita, dia menangis sejadi-jadinya di depanku. Parahnya lagi, aku tidak bisa berbuat banyak selain menenangkan dan mengajak dia sholat.

Tuhan selalu memberi kesempatan kepada kita dimanapun dan kapanpun.
Kita dapat menjawab kesempatan itu dengan MENGAMBILNYA atau TIDAK. Keduanya sama baik dan buruknya. Temanku tidak mengambil kesempatan membawa barang barangnya selagi berada di kamar mandi. Si pencuri mengambil kesempatan untuk mengambil dompet di dalam tas.

Kesempatan itu hanya datang satu kali. Jikapun dia datang kembali, kesempatan akan menampakkan wajah yang berbeda. Untuk itu, pergunakanlah tiap kesempatan yang diberikan kepada kita.

Bisa jadi kesempatan yang terlihat buruk ternyata baik untuk masa depan kita dan kesempatan yang terlihat baik malah berakibat buruk bagi kita. Janganlah cepat menilai sesuatu karena buku bagus tak selamanya memiliki sampul yang bagus. Terima kasih...

Sent from Catch Notes for Android https://catch.com

Selasa, 19 Februari 2013

Ketakutan Masa Depan - Mario Teguh

Sedikit sekali yang lebih memilukan, daripada menyaksikan jiwa baik yang sesungguhnya masih bisa melebihkan upaya - menerima kelemahan hidup sebagai nasibnya.

Hmm ... hidup ini memang tak mudah, tapi ketidak-mudahannya bukan di luar sana, tapi di dalam hati.

Tuhan kami Yang Maha Penyayang,

Bukalah hati dan pikiran adik-adikku yang sedang tersesat di dalam kebingungan dan ketakutannya mengenai masa depan

Jika mereka salah, luruskanlah. Jika mereka berdosa, maafkanlah.

Besarkanlah penyesalan mereka, takutkanlah mereka mengulangi keburukan, ikhlaskanlah mereka membersihkan hati dan pikiran mereka, dan bantulah mereka untuk mengindahkan perilaku mereka.

Tuhan, sayangilah adik-adikku ini.

Damaikanlah hati mereka dalam menghadapi ujian, segerakalah mereka mendapatkan pekerjaan, baikkanlah rezeki mereka, temukanlah mereka dengan belahan jiwa yang baik, bahagiakanlah keluarga mereka, agar damai dan bangga orang tua mereka.

Aamiin


Sumber : Kalimatmotivasiku.blogspot.com